Preklinik part 1 – Pusing-pusingan di Kota Ponorogo

Hai… hallo… hai… apa kabar kalian semua? Baik dong pastinya πŸ™‚

Kali ini aku mau sedikit bercerita, gak sedikit sih lumayan banyak, jadi dalam perkuliahan ada istilah “magang”, nah begitupun dengan perkuliahan ku diadakan magang/preklinik di beberapa rumah sakit yang ada di Jawa Timur. Waktu pengumuman kelompok kebetulan di bagi menjadi 2 gelombang, dan aku dapat gelombang kedua dan sedihnya lagi lumayan jauh dari Malang yaitu di Ponorogo. Aku tipe orang yang suka jalan-jalan banget dan setiap ada pembagian kelompok untuk pergi ke kota orang aku selalu berharap untuk kebagian di luar kota, waktu KKN harapan ku sirna karena ditempatkan di wilayah Malang namun kali ini berbeda, aku preklinik di Ponorogo, awalnya senang dan excited banget tapi setelah tau kalo jarak Malang – Ponorogo jauh bahkan bisa ditempuh dengan 6 jam, aku mulai berfikir kalo nanti di Ponorogo aku gak bisa bawa motor dan benar saja prediksi ku, aku gak bisa bawa motor ku ke sana disamping karena keterbatasan cowo dan aku juga gak berani bawa motor sendiri di jalan karena terlalu jauh dan aku belum pernah ke sana, akhirnya aku memutuskan untuk berangkat naik travel bersama teman ku, dan jujur ya jalan menuju ponorogo itu duhhh bikin pusing naik turun lembah gitu, untuk gak naik motor celetuk ku.

Singkat cerita, aku sudah mengurus kos-kosan buat aku sebulan nanti disana, sebetulnya yang bantu mengurus itu adalah teman ku yang gelombang 1, sebut saja dia N, aku berangkat ke ponorogo h-2 preklinik, karena aku belum tau ponorogo, belum tau kosan aku gimana dan sebagainya, dan selain itu biar bisa ketemu N dulu buat bantu-bantu di kos, sesampainya di alamat kos yang di berikan oleh pemilik kos (maaf tidak bisa menyebutkan spesifik lokasi kos, karena menyangkut ketidaknyamanan pemilik kos nantinya) pemikiran pertama aku adalah “oke ini adalah ponorogo coret” karena memang masih jalur lintas antar kota gitu dah memang belum masuk kota ponorogonya, aku disambut oleh pemilik kos, ketika itu aku tiba jam 12.00 an, aku diajak untuk melihat kamar ku yang kebetulan ada di lantai 2, karena di lantai pemilik kos memiliki usaha dagang. Karena aku datang siang hari keadaan di kos masih sangat bagus, bahkan begitu bagus namun sayang nya gak ada yang kos disana padahal kos itu satu-satu di daerah rumah sakit yang ada wifinya dan murah juga, tapi entah mengapa terlalu sepi untuk di tinggali, intinya setelah aku bayar sewa aku langsung masuk kamar dan mau sholat terus istirahat karena sudah cape diperjalanan tadi. Namun tak lama, teman ku yang dari gelombang 1 si N dan F datang untuk menjenguk dan akhirnya mereka mengajak ku makan di Ponorogo City Center, karena kami gak ada kendaraan akhirnya kami menggunakan grabcar. Di PCC kami menghabiskan waktu lumayan lama, sekitar jam 17.00 baru balik ke kos, kami berpisah di PCC karena F adalah orang asli Ponorogo dan dia di jemput ayahnya, sedang aku dan N pergi balik ke kos. Sekitar jam 17.15 kami sampai, N pun pamit balik ke kosnya (kenapa aku gak kos di tempat N? Alasannya hanya karena gak ada wifi dan gabung sama pemilik rumah dalam 1 rumah) terus aku naik ke lantai 2 kos ku “dag dig dug” hati ku mulai gak enak dan hawa nya kayak beda gitu, ditambah lampunya belum di nyalakan dan terlalu luas untuk ku isi sendiri, akhirnya aku masuk langsung ke kamar dan hanya beberapa menit berada di kamar aku langsung telpon N untuk bilang kalo aku mau main ke kos nya, dia pun mengiyakan.

Sesampainya di kos N aku mulai cerita apa yang aku rasa di kos aku barusan, dan N menawarkan untuk membantu mencari kosan lain disekitar kos nya, dan kami berhasil bertanya pada 2 rumah yang menerima kos putri namun aku kurang srek (karena kosnya itu dalam rumah gabung sama pemilik rumah jadi kayak gak enak gitu), setelah magrib karena belum menemukan kos yang cocok, N menawarkan untuk meminjam motor cowo, motornya si W biar lebih gampang cari kosannya, dan akhirnya aku menemukan kos yang “lumayan” cocok di gang sebelah dari gang nya N, dan keadaan kos berpisah sama pemilik rumah namun tetap gak ada wifi juga, dengan alasan masih pikir pikir, aku gak langsung membayar kosan disana.

Sebenarnya yang magang di gelombang 2 preklinik RSUD. Harjono itu ada 4 orang (2 ce dan 2 co) kebetulan yang co sudah dapat kosan 1 gang dengan N, nah teman ku yang ce ini awalnya kami sepakat untuk ngekos di kosan yang aku bilang “sepi” tadi, karena dia ke ponorogo naik motor jadi agak telat datangnya dan baru habis isya dia bisa melihat ke kosan yang “sepi” tadi, karena memang sepi banget dia juga takut, akhirnya di memutuskan mengurungkan niat untuk kos disana, dan memilih kos di tengah kota karena dia juga bawa motor, sedangkan aku, awalnya diajak ngekos di kota juga bareng dia tapi aku mikir kalo ada apa-apa aku gak bisa cepat dan karena memang aku gak punya motor juga, akhirnya setalah melihat-lihat kosan di kota, aku sudah mantap dan yakin untuk tidak kos di kota dengan alasan jauh dari rumah sakit.

Waktu itu sekitar jam 21.00 kami berkumpul di kosan cowo yang di kota, setelah itu kami makan pecel terdekat disana, jam sekitar jam 22.00 kami balik ke ponorogo coret alias kosan ku, N dan 2 cwo temen ku yang kosnya deket RSUD. Harjono tadi, karena aku gak berani tidur di kos “sepi” dan A (temen ce) belum nemu kos di kota, kami memutuskan untuk menginap di kosan N malam itu, yang mana besok pagi N akan pulang ke Malang. Pagi tiba dan N sudah siap dengan semua barangnya untuk di bawa pulang, sekitar jam 07.00 N dijempu oleh travel, kami berpisah disana, aku minta antarkan oleh A untuk membayar kosan yang tadi malam aku bilang lumayan cocok, karena sudah tak ada pilihan lain, akhirnya aku kos disana, meskipun lumayan enak namun aku bermasalah sama jaringan internet, karena jaringannya hilang timbul, namun tak apalag cuman sebulan saja, dijalan insyaAllah bisa πŸ™‚ hehe

Cerita ini memang gak ada maknanya sih, aku cuman sekedar corat coret disini, siapa tau nanti bisa jadi kenangan πŸ™‚ segitu aja, makasih sudah membaca

Advertisements

REVIWE ; Wardah Everyday Luminous Creamy Foundation Extra Cover

Hai… halo.. hai… pa kabar nya neh? Baik pasti ya πŸ™‚

Kali ini aku mau review tipis tipis dulu lah ya, setelah beberapa postingan sebelumnya aku banyak bercerita πŸ™‚

Sebenarnya, aku coba pakai foundation ini karena kaka ku yang mulai, jadi waktu aku pulang kampung ke banjarmasin, terus kaka aku minta temani ke toko kosmetik gitu, nah sampai disana dia beli wardah extra cover, aku yang bingung langsung tanya :

A : bagus emangnya foundation wardah yang extra cover?

K : ada yang bilang bagus, makanya penasaran pengen coba

A : oke, nanti aku coba juga ya

K = kakak, A = Aku

Begitulah kiranya obrolan singkat kami, sesampainya di rumah aku langsung dong penasaran sama produknya, padahal kaka ku yang beli tapi aku yang excited.

Wardah Everyday Luminous Creamy Foundation Extra Cover merupakan salah satu produk tata rias wajah dari PT Paragon yang merupakan perusahaan kosmetik Indonesia yang sudah bersertifikat Halal MUI.

Kemasan dari produk ini terlihat sangat simple dengan warna hijau tosca yang sudah menjadi ciri khas Wardah Cosmetics, selain itu untuk keterangan tentang kegunaan produk, komposisi produk sudah terdapat pada sisi kemasan kardus.

Dapat dilihat dalam foto diatas, bahwa tekstur dari produk ini bisa dikatakan creamy namun terlalu padat menurut ku, jadi ku saranin saat menggunakan foundation ini kalian pakai sponge yang sudah di basahin dulu sebelumnya. Meskipun terlihat padat, namun produk ini masih mudah kok saat di colek menggunakan jari.

Kakak aku belinya yang shade 03 – Beige, pas ku tanya kenapa? Karena ikut-ikutan “katanya”

Sesuai dengan labelnya “Extra Cover” maka aku akui daya covernya baik kok, disamping itu produk ini juga bisa digunakan sebagai concealer untuk menutupi bekas jerawat dan mata panda.

Overall, produk ini bagus sih, daya cover nya juga baik dan lumayan lah dengan harga minim kita sudah bisa pake foundation sebagus ini.

Tempat pembelian : Toko Kosmetik

Harga : 36k

Shade : 03 – Beige

Selamat mencoba, xoxo :*

Drama Skripsweet – Part 6 >>> SEMINAR PROPOSAL (SEMPRO)

Haloo…. hai… hallooo…. gimana kabarnya para pembaca setia? Baik dong ya hehe

Melanjutkan dari part 5, dimana aku menceritakan susah dan senangnya mendapatkan tulisan “acc sempro”, kali ini aku mau cerita gimana susahnya aku mengurus dan melengkapi berkas-berkas persyaratan untuk seminar.

Dimulai pada hari jumat tanggal 05 Januari 2018, teman ku sebut saja “D” mengajak ku untuk mengmpulkan berkas-berkas persyaratan seminar proposal, sebenarnya kami sudah merencanakan ini dari lama tapi baru saja terlaksana karena kondisinya saat itu aku masih kedatangan kelurga aku di malang, berencana ke kampus dari pagi karena sekalian mengumpulkan tugas UAS, aku berniat pagi itu untuk ngeprint 4 eksemplar proposal skripsi ku, setelah itu harus di jilid hardcover (aku bingung pagi-pagi nyari tempat jilid dimana, sempat keputer-puter juga sih tapi untungnya nemu), nah pas di tempat jilid, ada yang kelupaan, aku lupa bawa “kartu studi mahasiswa” yang nantinya bakal di kasih ttd dosen sebagai syarat pengumpulan tugas UAS, drama pertama di mulai, aku balik ke kos hanya untuk mengambil kartu studi mahasiswa, setelahnya aku balik ke tempat jilid dan membawanya ke kampus. Sesampainya di kampus, aku ngumpul tugas UAS terlebih dahulu setelahnya baru aku mengurus berkas persyaratan seminar proposal ke biro skripsi jurusan ku, awalnya sih aman aja eh pas di cek lagi berkas ku ada yang kurang, aku lupa bawa “fotocopy sertifikat kkn” dan drama kedua aku harus balik ke kos lagi, setelah sudah dapat fotocopy sertifikat kkn, aku balik ke kampus untuk melengkapi berkas yang kurang tadi dan untungnya sudah tidak ada kesalahan. Semua berkas di urus oleh kak A, beliau yang membantu kami mengurus berkas seminar dan setelah dinyatakan lengkap, aku dan D meminta ttd dosen pembimbing setalah dapat ttd, keluar lah di situs prodi fisioterapi siapa dosen penguji “jeng jeng jeng” alhamdulillah dapat dosen penguji yang enak, terus kata D langsung konfirmasi jadwal aja kapan dosen berkenan untuk melakukan seminar proposal, dan kami sepakat meminta hari jumat depan tanggal 12 Januari 2018 dan untungnya dosen mengiyakan permintaan kami, yang intinya H-7 hari aku dan D akan menghadapi seminar proposal, seneng sih tapi nervous juga hehe nah setelah sudah mendapatkan jadwal ternyata kata teman-teman ku warna cover ku salah, harusnya biru dongker malah biru mudah, dan mengharuskan ku untuk membongkar si proposal yang sudah terjilid rapi, setelah covernya benar berwarna biru dongker, nyatanya aku masih salah, aku lupa memasukkan daftar isi dalam proposal penelitian ku dan ini adalah pembongkaran proposal ku yang kedua, bikin boros banget karena gak hati-hati :’)

Keesokan harinya di hari sabtu, kebetulan keluarga ku mau balik ke banjarmasin otomatis pagi nya aku gak bisa bantu D mengurus surat untuk meminta ttd ke Dekan, tapi untungnya si D memberi kabar bahwa dia sudah mendapatkan ttd Dekan *thankyou D πŸ™‚ dan D menyuruh ku untuk ke kampus pas siang untuk ambil suratnya.

Singkat cerita di hari rabu, semua mahasiswa yang akan mengikuti preklinik diberikan pembekalan dan kami diminta berkumpul di kampus, aku dan D berniat untuk mengasihkan surat tugas dan surat undangan kepada dosen pembimbing dan penguji, setelahnya kami balik. Sampi di kos, aku baru sadar bahwa jumat sudah semakin dekat aku mulai ngebut belajar soalnya jujur aku takut banget, dan dalam semingguan aku gak berani jalan karena bener bener takut.

Hari kami, aku mulai memikirkan konsumsi untuk dosen besok, karena D seminar pertama jam 13.00 wajar saja dia kasih makan siang, aku seminar setelah D jam 14.00 dan gak mungkin aku kasih konsumsi yang sama, akhirnya aku memutuskan untuk membeli parsel buah dan kue as*x, sengaja beli 2 konsumsi karena kata ibu ku ini cuman sekali seumur hidup jadi gapapa bikin dosen seneng dikit, cuman yang jadi masalah saat itu adalah setelah beli 3 parsel buah (ukuran sedang) aku pengen lanjut beli kue nya tapi ternyata hujan deras akhirnya aku gak jadi beli kue nya, aku belinya pagi jumat dan pake jasa goshop karena aku udah gak bisa kemana-kemana lagi saking takutnya pagi itu. Setelah kue datang aku mulai sadar, gimana caranya aku bawa semua konsumsi ditambah laptop dan semua berkas ku buat seminar nanti siang, tapi karena sudah tak bisa pikir panjang aku bawa saja semuanya bersamaan, sesampainya di kampus sekitar jam 12.00, keadaan masih sepi hanya ada D di kampus karena dia memang mendapat giliran pertama, setalah menunggu lama akhirnya D masuk ke ruang sidang sekitar jam 13.30 dan dilanjutkan aku jam 14.30, pas giliran aku yang seminar sudah lumayan banyak teman-teman ku yang datang, kalau di tanya gugup pasti gugup banget tapi aku mencoba tenang saja, dan setelah kurang lebih 40 menit berada di ruang sidang akhirnya dosen memutuskan aku “LAYAK” untuk melanjutkan penelitian skripsi ku, aku senang banget saat itu hehe

img_7581

img_7572

img_7567

img_7599

Aku gak bisa banyak berbuat apa-apa, tapi aku berterimakasih banget untuk kalian semua, utamanya kepada Allah SWT, kepada kedua orang tua, keluarga dan seluruh teman-teman semua.

Aku doain buat kalian yang sudah seminar proposal cepat penelitian dan seminar hasil, terus kalo yang belum seminar proposal cepat mendapatkan acc seminarnya, aamiin πŸ™‚

YOLO TRIP – Tahun Baruan 2018 di Jogjakarta

Happy new year 2018 semuanya, oke aku tau ini telat ceritanya karena aku lagi sibuk urusin seminar proposal di tambah ada keluarga yang jenguk ke Malang, jadi gak bisa nulis-nulis dulu hehe

gimana nih awal tahun baru kalian dirayakan dimana? kalo aku kemarin rayakannya di jogja, iya kota dengan julukan yang istimewa. kenapa bisa sampai di jogja? begini ceritanya πŸ™‚

awal bulan desember kemarin aku dapat berita bahagia, karena keluarga ku (ibu, bapa, kaka, kaka ipar, ponakan, dan beberapa saudara lainnya) berniat ingin mengunjungi aku di Malang, bahagia? jelas aku bahagia, tengah-tengah bulan ibu bilang kalau ibu dan bapa tidak bisa ikut karena nanti pas wisuda di 2018 kan ibu dan bapa juga harus ke Malang, jadinya hanya kaka ku dan yang lain yang berangkat, sebenarnya tujuan utama gak cuman ke malang tapi ke jogja, karena kaka ku pengen banget kesana dan akupun mengiyakan, setelah sepakat kaka beli tiket pesawat ke surabaya tanggal 29 desember dan aku pesan travel malang – juanda di tanggal yang sama, ga lupa aku juga pesan travel dari juanda – jogja untuk tanggal itu. singkat cerita, aku sampai di bandara lebih dulu sekitar jam 17.30 WIB sedangkan kakaku flight jam 20.30 WITA itupun delay yang intinya kita baru ketemu jam 22.30 WIB (5 jam menunggu).

setelahnya, kami langsung memindahkan barang ke mobil dan berangkat menuju jogja, tiba di jogja tanggal 30 desember jam 09.30 ditambah macet parah sampai di alun-alun itu jam 11.00, nah disini terjadi kesalahan fatal karena aku belum memesankan penginapan untuk kami 3 hari kedepan alhasil kami berpindah dari 1 hotel ke hotel lain dari 1 grabcar ke grabcar lain hanya untuk mencari hotel yang tidak penuh, karena pada saat itu hotel semuanya penuh dan harganya mahal banget, sampai akhirnya salah seorang supir grab baik hati yang bersedia membantu kami mencari hotel yang tidak penuh, ketemulah dengan salah satu hotel di daerah dekat jembatan layang aku lupa namanya tapi lokasinya masih pinggiran kota, suasana hotelnya agak angker angker gimana gitu, tapi mau gak mau kami harus ambil karena itu sudah sore dan kami belum mandi dan lain-lain, sialnya kami mendapatkan kamar no 12 dan 13, untungnya kakaku memilih kamar no 12 bukan 13 dan satu hal lagi bahwa kamar seperti itu gak layak di beri harga 250 ribu karena kondisinya …….. *isi sendiri, tapi balik lagi karena mau tahun baru jadi semuanya mahal.

lanjut setelah magrib, kami berencana pergi ke Transmart karena memang kakaknya kaka ipar aku dapat voucher belanja 800 ribu jadi rugi aja kalo gak di belanjain, singkat cerita sih intinya voucher itu ludes dalam beberapa jam wkwk, keesokan hari di tanggal 31 desember, kaka mengajak ku untuk pergi ke prambanan, aku sih no problem yang penting jalan-jalan, cuman yang jadi kendala disini susah cari driver grabcar dan kalaupun ada harganya selangit, yang biasanya cmn 20 ribu an bisa sampai 50 ribu an, tapi mau gimana lagi cuman itu transport yang paling mudah, sampainya di candi prambanan kami tak menghabiskan waktu lama, hanya numpang makan dan cekrek dikit terus balik deh karena pengen ke upside down world jogja, cuman yang bikin lama disini adalah saat pengen balik dari candi prambanan ke upside down world karena kami gak menemukan 1 pun grabcar, yang akhinya harus pake grab bike dan itupun harus bergantian diantarnya ke upside down word dengan harga yang fantastis pula, tapi yasudalah mau gimana lagi.

sampainya di upside down world, kami cuman berfoto-foto sebentar juga gak lama, karena diburu waktu, dan saat baliknya keadaan sudah mulai aman, karena sudah mudah mendapatkan driver grab car, kami balik ke hotel dulu karen pengen mandi dan ganti baju, setelah siap tujuan selanjutnya di malam tahun baru adalah De Matta dan De Arca Museum yang baru buka katanya di Jogja, tapi sayangnya sesampainya disana lokasinya tutup karena malam tahun baru. alhasil kami memutuskan pergi ke malioboro karena katanya tempat berkumpulnya di malam tahun baru ya di malioboro, sesuai dengan ekspektasi keadaan disana sangat sangat dan sangat ramai, aku sampai pusing lihatnya dan tiba-tiba kami teringat bahwa besok tanggal 1 januari waktunya kami beli tiket kereta balik ke malang tapi kami lupa beli, iya lupa beli untungnya malioboro dekat dengan stasiun tugu, tapi sayangnya tiketnya sudah sold semua buat tanggal 1 januari, ya iyalah sold, terus cari alternatif lain pake travel lagi dan untungnya masih ada kursi dan langsung ku pesan, travel balik malang sudah aman tapi yang tidak aman adalah balik dari malioboro ke hotel, saat itu jam 22.00 dan posisinya kami ber 7 (2 anak kecil) otomatis kami perlu grab car untuk balik tapi sudah pasti tidak ada driver karena semua akses di tutup menuju malioboro, kalau pun pakai grab bike kami butuh 5 driver juga dan singkatnya kami ketemu 3 driver mau gak mau harus gantian baliknya, dan sekitar jam 23.00 driver nya bilang kalau dia mau jemput 2 orang sisa yang masih di malioboro dengan biaya tambahan, 1 orang 50 ribu *gila gak tuh??? tapi dari pada gak pulag akhirnya kami mengiyakan (berasa dibodohin sama driver gw) tapi yaudalah wkwk

00.00 WIB – HAPPY NEW YEAR πŸ™‚

pagi di tanggal 1 januari 2018 tidak ada yang spesial bagi ku, hanya saja ini hari terakhir kami di jogja sebelum balik ke malang, sesuai rencana kami pergi ke taman sari dan kondisinya sama seperti di malioboro, manusianya membludak bikin pusing, intinya kami gak lama disana, dan menuju lokasi berikutnya yakni De Matta dan De Arca Museum, kami menghabiskan waktu lumayan lama disana karena ada 4 lokasi yang harus di masukin, dan per lokasi bagus-bagus banget, buat kalian yang mau ke jogja wajib kesini, kami selesai disana sekitar jam 15.00 sedangkan travel jam 18.00, oke sisa 3 jam lagi dan kaka ku pun request untuk balik lagi ke malioboro alasannya apa? karena dia pengen foto di plang jalan yang ada tulisannya jalan malioboro dan untungnya sempat foto disana, kami sampai ke hotel lagi jam 17.00, tapi gak langsung ke kamar kami makan dulu hehe selesai makan, langsung packing sisa barang yang akan di bawa ke malang, sesuai janji travel menjemput jam 18.00 tapi realita kami di jemput sekitar 2 setengah jam berikutnya sekitar jam 20.30 alasannya karena macet, mungkin memang benar wkwk

fyi, di tanggal 2 januari aku sudah UAS emang sih uasnya cuman ngumpul tugas dan ttd tapi yang jadi masalah aku belum kerjakan tugasnya itu HAHA dan lucunya lagi di daerah sleman mobil yang kami tumpang MOGOK (M-O-G-O-K) duh bahaya nih celetukku dalam hati, tapi untunglah sekitar jam 00.00 mobil pengganti datang, padahal saat itu dalam hati aku sudah bilang kayaknya besok aku gak sempat ngumpul tugas uas, tapi untunglah semuanya berjalan sesuai rencana, kami tiba di malang sekitar jam 08.00 pagi, akupun bisa tenang meskipun was-was karena belum kerjakan tugas.

btw, segini dulu ya cerita ku, makasih sudah berkunjung dan membaca πŸ™‚ xoxo :*

REVIEW ; Maybelline Super BB Cushion Ultra Cover

Hai… hallo… hai…. pa kabar? Baik dong ya πŸ™‚ gimana nih keadaannya di tahun 2018? Lebih bahagia kan? Hehe

Kali ini aku pengen review tipis tipis tentang bb cushion, karena akhir-akhir ini banyak banget brand yang mengeluarkan bb cushion mereka, karena penasaran aku sengaja beli dari maybelline dan sempat bingung juga sih karena dari maybelline sendiri punya 3 jenis bb cushion, dan aku memilih yang ultra cover jujur aku gak tau jelas bedanya apa, yang ku tau kalau ultra cover ini sudah pasti nge cover di wajah dan spf nya juga lebih tinggi.

Buat yang belum tau, BB Cushion adalah produk yang dapat memberikan sentuhan matte look dan bebas kilap seharian di wajah tanpa terasa kering, produk ini juga menjaga kulit tetap terhidrasi dengan baik karena mengandung BB minerals formulanya juga mengandung 60% moisturizing essence. Terlebih lagi kemampuan super coverage dari BB Cushion ini dapat menyamarian pori dan bikin wajah tetap terlihat mulus meski dari jarak dekat sekalipun. BB Cushion juga bisa di katakan long lasting yang bisa menempel di wajah seharian penuh.

img_7044

img_7048

Packaging Maybelline super cushion ultra cover ini dikemas dalam box kecil dengan nuansa black gold, terlihat dari kotak nya aja udah memikat hati sekali, packagingnya cukup simple dan terbuat dari bahan plastik tebal. Puff cushionya nya sendiri berbeda dengan puff cushion korea yang biasanya berwarna biru putih, warna puff cushion maybelline ini hitam dan lumayan aman sih kalau kotor tidak terlalu terlihat.

Β 

Continue reading

Part Sedih ketika Kuliah, pernah merasakannya?

Hai…. hallo….. hai….. apa kabar? Baik dong ya, dah lama ga update cerita gaje di blog pribadi hehe btw skrng tanggal 28 desember 2017 yang artinya sebentar lagi mau pergantian tahun, apa pencapaian kalian di tahun 2017 yang indah ini? Dan apa target kalian di tahun depan? Menikah? Wisuda? Atau ada terget lain? Hehe

Part sedih ketika kuliah? Sebenarnya sih banyak part sedih dalam dunia perkuliahan bagitu, tapi kali ini salah satu yang paling sedih buat aku, gak tau buat kalian. Jadi gini, sesuai dengan semester yang aku jalan sekarang semester 7, otomatis mata kuliah pun sudah semakin sedikit dan jarang sekali bertemu tatap muka dengan teman-teman kampus dimana sebelumnya kita selalu bersama selama 3 1/2 tahun. Kebetulan dalam jurusan aku setiap mendekati ujian pasti dilaksanakan juga ujian praktikum yang sudah dilakukan dari semester 1, dan di semester ini kita cuman melaksanakan 2 ujian praktikum, karena memang mata kuliahnya sisa itu aja yang ujian praktikum, boleh flashback dikit? Boleh lah ya, karena ini part penting nya.

(Flashback) dulu setiap kali ada ujian praktikum pasti aku dan teman-teman deg deg an banget, entah itu karena bakal praktikum langsung di depan dosen, takut karena lupa mau jawab apa atau salah jawab pertanyaan dosen, takut di marahin dosen, takut salah saat menangani sebuah penyakit/kasus dan masih banyak lagi ketakutan lainnya. Disisi lain, ada bagian serunya juga dimana kita harus datang lebih awal saat mau ujian praktikum karena mau belajar bareng, duduk lesehan di lantai bentuk lingkaran saking banyaknya yang pengen sharing materi ujian, teriak teriak an salah salah an bahas bahas an tentang materi ujian, nunggu giliran masuk lab sampe wajah buluk, badan keringetan dan bau, seharian di kampus gak mandi, suara habis karena ngobrol banyak, gosip gosip an sampe materi ujian dilupakan dan masih banyak lagi, pokonya banyak banget deh kenangannya saat melalui ujian praktikum selama 3 1/2 tahun di jurusan fisioterapi, buat kalian yang anak fisioterapi pasti punya pengalaman yang kurang lebih sama.

Sebenarnya inti ceritanya adalah, kemarin hari rabu tanggal 27 desember 2017, dua mata kuliah di semester 7 ini seperti yang aku bilang tadi mengadakan ujian praktikum, dan yap ini adalah ujian praktikum terakhir untuk angkatan 2014 (angkatan ku) sedih dong ya pastinya, karena banyak hal yang akan di rindukan dalam proses menjalani ujian praktikum, tapi mau gimana lagi karena memang sudah sampai waktunya, dimana kita menjadi angkatan tertua di jurusan dan memang harus cepat cepat mengejar gelar sarjana fisioterapi, tapi aku ya sedih aja gitu, kemaren tuh kayak gak pengen berakhir aja, kita ujian jam 9 / 10 pagi tapi udah datang dari jam 8 an, belajar bareng, ngobrol bareng, tanya kisi-kisi ujian ke temen yang sudah ujian dan banyak lagi, hingga tiba giliran ku untuk maju tapi sebenarnya aku sendiri tidak terlalu takut karena sudah biasa menghadapi ujian seperti ini, dan ujian kedua di hari itu sesuai jadwal jam 15.30 cuman ngaretnya hampir 4 jam an, giliran ku ujian sekitar jam 18.30 an (lama bukan?) tapi gak papa karena aku gak mau ujian di tunda soalnya aku mau holideyyy hhe, btw ini adalah ujian terpaling malam yang pernah terlaksana dan ujian terakhir juga, tapi aku sadar sih kalau ini masih permulaan yang tak ada bandingannya dengan masa depan yang sebenarnya.

Oh ya aku mau bagi bagi foto dikit buat kenang kenangan nih, namanya juga angkatan tua dah mau lulus jadi perlu foto bareng 1 kelas gitu hehe

img_7147

img_7152

img_7153

img_7156

img_7373

img_7372

Calon menantu idaman banget kan? Hehe

SEE YOU ON TOP GUYS πŸ™‚

YOLO TRIP – Jalan ke Wisata Ekstrim di Coban Rais

Hai… hallo… hai… pa kabar guys? Baik dong ya πŸ™‚

Jadi aku punya temen, anak kuliahan sih tapi dia memiliki kerja sampingan sebagai tour guide. sebut saja si A, jadi beberapa hari yang lalu si A minta temenin survei lokasi salah satu destinasi wisata yang diminta oleh klien (200 orang) dari Jakarta yang ingin liburan di Jatim, dan dia di calling sebagai tour guide nya. Lokasi tersebut lumayan dekat sih dengan kos ku yah sekitar 20 menitan lah (lewat dalam) namanya adalah Coban Rais, sebenarnya aku sudah pernah kesini tahun 2016 kemaren waktu masih trend, cuman saat itu kondisinya memang masih banyak banget spot spot foto yang belum selesai, jadi kami cuman foto di ayunan yang bawahnya langsung jurang dan di hammock yang bawahnya juga jurang (extreme lah).

Nah hari ini kami berangkat dari jam 11.30 siang, karena takut hujan jika terlalu siang, dan kami memutuskan untuk makan dulu di salah satu tempat yang lumayan terkenal yakni bakso bakar bambu wulung, juara lah baksonya.

Setalah makan, cuaca mulai mendung dan benar saja saat melanjutkan perjalanan kami kehujanan dan memutuskan untuk berteduh di warung kopi, sekitar 1 jam lebih berteduh akhirnya jam 2 lewat kami melanjutkan perjalanan, sempat salah jalan tapi sampai sih ke coban rais.

Biaya masuk coban rais : 10.000 /orang

Continue reading