Drama Skripsweet – Part 3

Hai… Hallo… Hai… mungkin sekarang belum larut malam, karena niat ku malam ini tidak menggarap skripsi dulu (sedikit lelah), jadi 2 hari ini aku merasa nano nano banget, manis asem asin silih berganti datang menghampiri perasaan ku wkwk

jadi ini, setelah aku dan D sepakat untuk konsultasi BAB 1 hari senin, niatnya pengen ketemu sama dospem 1 dulu baru ke dospem 2, tapi di hari senin kami cuman ketemu dengan dospem 2 saja karena dospem 1 lagi sibuk, oke gak papa setidaknya BAB 1 kami tetap di revisi, dan lumayan lah aku dan D gak dapat banyak revisi, setelah itu kami sepakat pulangnya untuk ke perpustakaan mengembalikan buku dan pergi ke gramedia untuk cari buku nyeri punggung (masih berusaha, padahal sudah tau tidak akan ada), jam 2 kami berangkat ke perpus kampus dan setelah nya kami pergi ke MATOS (Malang Town Square), karena disitu tempat terdekat yang ada gramedia nya.

sampai di Matos aku dan D gak langsung masuk gramedia, tau kan ya? cewe dan mall itu saling berkaitan loh, seketika waktu masuk hawa nya beda, kayak merinding gitu (colek D) tujuan awal untuk apa malah dikesampingkan, kami pergi cari cari sesuatu yang enak di pandang mata tapi gak enak jika diuangkan haha, setelah itu aku dan D memutuskan untuk makan (belum masuk gramed) intinya sekitar jam 5 lewat baru masuk gramed namun tetap saja hasilnya n-i-h-i-l 🙂

alhasil kami pulang dengan bahagia karena refresing pikiran meskipun masih deg deg an karena selasa besok aku dan D mau konsul ke dospem 1 🙂 selasa pagi aku dan D berangkat jam 10.00 lewat lah, sebelumnya aku sudah dapat info dari grup angkatan bahwa dospem 1 meminta untuk meliburkan jadwal mengajar beliau selama 1 minggu (fyuhhhhhh, alamat gak sempat konsultasi celetuk ku) tapi gak papa namanya dosen pasti sibuk tinggal kita nya aja mau berusaha atau tidak, akihrnya aku dan D tetap memutuskan untuk pergi ke kampus, siapa tau beliau ada meskipun sibuk, namun sampainya disana infonya di grup angkatan benar beliau memang tak hadir hari ini, its oke masih ada hari esok, kita hanya perlu bersahabat dengan waktu tapi jangan lupa berdoa dan berusaha juga ya. karena sudah tak ada urusan di kampus, aku dan D memutuskan untuk pulang dan sebelum pulang biasalah refresing otak dulu (makan) hehe

Lanjut di hari rabu, aku ke kampus sendiri karena D sudah revisi duluan soalnya dia ada kuliah pagi dan sekalian pulangnya langsung revisi, memang sih di hari itu aku dapat sedikit revisi dan ku rasa sudah aman saja, dan dalam 1 minggu itu aku dah D gak menemui dospem 1 karena beliau lagi sibuk, namun aku dan D bertekat dari hari kamis – minggu kita harus bisa selesaikan bab 2 – 4, memang kedengerannya terburu-buru tapi karena memang gak ada kerjaan jadi gak ada salahnya kan kami mencoba ngebuttttttt 🙂

Singkat cerita, hari senin pun tiba, disaat bab 1 – 4 sudah ready untuk di print, aku dapat masalah baru, tintah print ku abis (fyi : printer ku HP 1010, baru 1 minggu beli tintah hitam dan warna 250k habis dalam satu minggu, BOROS) dan memaksaku untuk membeli print baru (oke, uang lagi!!!) hehe selesai kuliah di hari senin aku dan D menemui dospem 1, awalnya sih aman aja setelah beliau periksa bab 1 nya meski ada sekidit revisian begitu juga dengan D, setelah itu aku minta temani D untuk beli printer dulu 🙂

Keesokan harinya aku dan D berniat ke kampus lagi buat konsul revisian bab 1, nah pas besoknya konsul bab 1 ternyata malah berbanding terbalik dengan hari senin, entah ada apa dan kenapa, tiba-tiba aku bener-bener dapat revisi besar di bab 1 (langsung drop banget), sampai udah gak bisa mikir lagi harus gimana se drop drop nya orang deh, dan entah apa yang salah tiba-tiba saja hari itu laptop ku BLACK SCREEN, tambah stress banget tp alhamdulillah masih bisa di atasi, saat itu jam 3 sore dan langsung ku bawa laptop ku ke tempat service dan untungnya bisa selesai jam 7 malam, singkat cerita, laptop sudah kembali baik dan aku berniat melanjutkan revisi, tapi apa yang aku dapat lagi? Iya laptopnya malah tambah LEMOT banget, mungkin karena aku belum terbiasa pake win 8 soalnya aku biasanya pake win 10, kembali ke topik hampir 1 jam aku menunggu kelemotan si asus sampai akhirnya jam 9 baru di mulai gak lemot lagi, intinya tadi malam itu aku kerjakan revisi bab 1 sampe jam 2 subuh, luar bisa banget kan.

Rabu, dengan keadaan yang sudah pasrah aku ke kampus lagi, dan kita menunggu cukup lama karena dospem 1 masih ngajar, selesainya beliau ngajar langsung banyak yang antri untuk konsultasi, dan aku di urutan ke 4, sebelum aku kasih tau hasilnya apa, aku mau bilang bahwa usaha itu tidak pernah menghianati hasil, jadi pas giliran aku konsultasi, beliau cek bab 1 dan 2, meski masih ada yang harus di tambah tapi yang bikin seneng adalah beliau bilang gini “over all sudah bagus, besok konsultasikan bab 3 dan 4 ya” wuzzzzzz itu rasanya bahagia banget, sepertinya rasa capek ku selama ini terbayar meski perjalanan ku masih panjang banget, tapi intinya hari ini aku bahagia, sudah itu saja

Tunggu drama drama selanjutnya ya 🙂

Advertisements

Drama Skripsweet – Part 2

Hai… Hallo… Hai… sekarang sudah jam 23.50 WIB artinya sudah menjelang tengah malam wkwkwk sebernanya cuman pengen ngasih tau, kalo aku masih belum tidur!!!! Sudah itu saja, gadeng 🙂

Jadi setelah hari senin kemaren aku dan D sudah dapat ijin penelitian di tempat tersebut, drama skripsweet berhenti sejak dihari selasa dan rabu karena tergantikan oleh drama UTS (ps : tak ada drama yang mendramatisir). Singkat cerita di hari rabu selesai UTS aku, D, S dan teman yang lain pengen pergi ke perpustakaan, cuman apalah daya ternyata UTS mulainya ngaret jadi selesai jam 3 sore dan sepertinya nanggung kalau mau ke perpus, dan kami memutuskan untuk pergi ke perpus hari kamis. Tepat jam 1 siang di hari kamis, kami bertiga bertemu di perpus kampus dan menghabiskan waktu sekitar 2 – 3 jam disana, dan bukannya referennsi buku yang di cari aku dan D malah dapat referensi judul, “IYA JUDUL” (ps : kenapa? Maaf gak bisa cerita alasannya, karena lumayan privasi) intinya aku dan D akan berencana untuk konsul masalah judul kembali di hari jumat, sedih banget waktu itu kenapa harus revisi judul padahal judul sebelumnya sudah acc, tapi aku dan D mencoba biasa aja, pulang dari perpus kami masih makan bareng sama S dan sempet refresing nonton Film Gasing Tengkorak dulu hehe

Pagi jumat, aku bangun untuk sholat subuh (telat, karena begadang) dan tidur lagi hingga terbangun di jam 9 pagi, waktu itu aku dapat chat dari D, intinya dia chat dospem 1 untuk konsultasi dan kebetulan dospem 1 lagi gak bisa konsul tatap muka dan disuruh lewat chat saja, dan meski begitu aku dan D tak patah semangat kami tetap pergi ke kampus siapa tau ada dospem 2 kan lumayan buat konsutasi juga, kami sampai kampus jam 11 lewat kondisi kampus sepi, sambil menunggu dospem 2, aku dan D sempat berbincang sedikit tentang apa yang akan kami bicarakan nanti ke dospem 2, namun lama kelamaan entah apa yang terjadi dengan kami (LABIL), kami sepakat untuk kembali mempertahankan judul kami sebelumnya yang sudah di ACC, dan alhasil kami gak jadi menemui dospem 2 tapi malah pulang dan berniat pergi ke perpus (tapi sekarang buat cari referensi buku bukan referensi judul). Sampai jam 4 di perpus kami mulai lelah dan memutuskan pulang, dan berencana pergi ke perpustakaan di kampus 2 umm dan perpustakaan daerah untuk cari referensi juga.

Sabtu, kami berangkat dari kos sekitar jam 11 siang, tujuan awal ke kampus 2 umm untuk ke perpus nya, kamvrem momentnya waktu kita sampai sana sudah jam 11.40 an sedangkan perpusnya tutup jam 12.00 (ngeselin kan)!!!! Akhirnya kami memutuskan untuk masuk sebentar lalu keluar bagai kilat wkwk setelahnya kami ke toko buku wilis buat cari buku nyeri punggung bawah, disana kami lumayan bingung kok ga ada satupun toko yang jual buku tentang nyeri punggung bawah sih??? Karena gak ada tapi semangat masih ada, aku dan D pergi ke perpustakaan daerah cuman dengan nasib yang masih sama, disana juga gak ada / ada tapi gak ketemu buku yang bahas tentang nyeri punggung bawah, pyuhhhh entahlah kenapa jadi terlalu susah 🙂

Kita pulang sekitar mau magrib dan aku sampai kos sekitar jam 6, itu malam minggu loh, dan masih aja ada orang yang peduli dengan orang single seperti ku, yap aku di ajakin jalan sama teman ku ngopi, seperti tak menghiraukan skripsi aku malah keluyuran lagi 🙂

Ini hari minggu, target aku dan D besok kami harus konsultasi BAB 1 ke dospem 1 dan 2, doakan semoga lancar ya…

Segitu dulu ya, ditunggu aja drama skripsweet part 3 – selamat tengah malam ❤

Drama Skripsweet – Part 1

Hai…hallo…hai… sekarang sudah jam 00.14 dan aku masih terjaga, kalian pasti tau lah gara-garanya apa 🙂

Disini, aku pengen share perjalanan panjang aku dalam proses penyelesaian studi aku sebagai sarjana fisioterapi menuju wisuda~ oke sudah cukup!!!

Semua berawal dari 2 minggu yang lalu kalau gak salah (aku lupa), “eeeelineee”, hp ku bunyi tanda ada notif pesan baru di salah satu sosmed yang kini sudah menjamur dimana-mana, pesan itu ternyata berisi informasi bahwa bagi mahasiswa yang akan melakukan preklinik (semacam kegiatan turun lapang di rumah sakit), harus dan wajib mengumpulkan bab 1-4, dan di suruh hadir untuk menyamakan persepsi tentang cara pendaftaran skripsi. Waktu itu hari jumat, singkat cerita aku hadir disana dan intinya kita di wajibkan untuk submit judul skripsi dan memilih dosen pembimbing di web prodi, keesokan harinya dengan perasaan galau tingkat dewa, aku coba buat cek web dan ternyata sudah ada sekitar 5 orang yang submit, “deg” seketika badan ku dingin (alay tapi terjadi) aku langsung teringat wejangan dari kating, katanya kalau disuruh submit judul, gapapa deh kalian judulnya belum acc yang penting kalian sudah pilih dosen pembimbing, dan karena alasan itu aku menghubung teman ku, sebut saja “D” hanya untuk sekedar bertukar pikiran dan kami sepakat untuk submit judul hari itu juga, teman ku D submit di urutan 8 dan aku 9 (kebetulan).

Setelah submit, D mengajak aku untuk langsung menemui dospem 1 dan 2 di hari senin, dan aku setuju. Hari senin tiba kami pun pergi ke kampus, setelah selesai kuliah kami langsung ke Kantor untuk menemui dospem 1 dan 2, dospem 1 bilang lagi sibuk dan beliau baru bisa sekitar jam 3 siang (saat itu masih jam 10an), karena alasan itu, kami mutusin buat ke dospem 2 dulu dan diawal kalau aku sendiri judul ku gak bermasalah, dan judul D juga masih aman, setelah itu kami kembali ke kampus jam 3 untuk bertemu dengan dospem 1, sama dengan dospem 2, judul ku aman, tapi judul D katanya sudah banyak yang teliti, disitu kami mulai takut, D banyak di kasih saran judul sama dospem 1 dan D disaranin untuk kembali lagi besok menemui beliau.

Keesokan harinya, kami ke kampus lagi dan D sudah punya judul baru, kami sepakat untuk melakukan penelitian sepayung (maksudnya 1 kerja 2 hasil gitu), kita tunggu di kampus itu sampai sore banget sekitar jam 4 baru bisa konsultasi, dan saat konsultasi di hari kedua ternyata judul ku pun sudah banyak yang teliti dan disaran oleh dospem untuk mengganti salah satu perlakuannya (intinya aku revisi judul) “deg” jujur disitu aku mulai takut, setelah lama berbincang dan sudah mulai menemukan titik terang cuman waktu itu sudah terlalu sore dan kasian sama dospem yang seharian ngajar, kami pun memutuskan untuk kembali lagi besok di hari rabu (kalau mau skripsi memang harus kuat mental ya), aku balik ke kos dengan keadaan yang lumayan gak tenang dan alhasil malamnya aku bergadang buat cari referensi judul.

Oke rabu, ini adalah hari ketiga aku dan D konsultasi dan harapan kami judul segera di acc, singkat cerita judul ku dan D di terima dan kami bisa sepayung “yeay finally” seneng banget rasanya waktu itu kaya udah kuliah udah kayak gak ada beban gitu, lepas banget wkwk

Sampel kami saat itu adalah pengayuh becak, kebetulan kami sepayung bertiga dengan teman ku satu lagi, sebut saja A, jadi aku, D dan A memutuskan untuk survei lokasi di hari kamis, setelah survei lokasi aku yang melakukan penelitian eksperimental mulai ragu dengan sample ku, kenapa? Karena ini pengayuh becak men, hari ini kamu ketemu dia di pangkalan A belum tentu kamu besok ketemu dia lagi di pangkalan yang sama, dan hal ini membuat aku cukup galau, bahkan aku sempat pengen ganti judul penelitian ke observasi, dan berencana untuk konsultasi ke dospem lagi di hari jumat, oke ini adalah kegalauan kedua aku setelah terjadi drama di hari selasa.

Pagi jumat aku awali tanpa semangat, jujur aku sudah lelah (cemen sih) untuk memikirkan skripsi tapi untungnya selalu ada orang tua yang memberi semangat, akhinya aku memberanikan diri untuk konsultasi judul baru ku lagi, sampai di kampus ternyata dospem 1 dan 2 lagi ngajar, jadi harus nunggu lagi, selama proses menunggu aku gak tenang banget dan gak putus berdoa, dan disini aku merasakan kebesaran Allah, tanpa disangka aku gak sengaja ngomong dengan teman ku, sebut saja S, aku bilang ke dia tentang ke galauan ku, dan S bilang “kenapa kamu gak teliti pekerja pabrik” itu aku ada satu tempat pembuatan tisu galon, disana pekerjanya duduk lama dan pasti nyeri punggung (kebetulan judulku membahas tentang ini) kata S dan iya kenapa aku gak kepikiran sampai sana ya? Kenapa aku telalu terpaku dengan pengayuh becak? Ya Allah, hari itu S bak penolong di tengah kegalauan (ps : buat S makasih sudah membantu) dan akhirnya niat awal ku pengen ganti judul malah berbalik menjadi ganti sampel dan alhamdulillah disetujui oleh dospem 1 dan 2. Sudah selesai kegalauan ku? Tidak, masih banyak drama-drama lain saat skripsi berlangsung.

Kata S, kalau kamu serius mau ambil sampel ini, lebih baik kamu temuin dulu manager CV nya biar enak, dan kami sepakat untuk kesana hari sabtu, sebenarnya disini aku merasa senang dan sedih, senang karena sudah acc judul dan sampel tapi sedih karena aku harus menghianati si D dan A (teman payung ku) tapi mau bagaimana lagi, jika aku memaksakan sample ku pengayuh becak, terlalu banyak resiko yang akan terjadi (ps : buat D dan A, maafkan aku).

Kebetulan hari sabtu aku ada jam pengganti kuliah, ini kesempatan aku buat ngomong sama D dan A bahwa aku gak jadi sepayung, gak enak rasanya seperti ini tapi mau gimana lagi, sebelumnya judul aku dan D memang berkaitan banget tapi dengan A beda banget nah saat aku bilang ganti sampel di D pengen tetap ikut sepayung dan aku sih gak masalah karena memang judul kami berkaitan, akhirnya kami pun memutuskan untuk sepayung dengan sampel yang baru, cuman A gak bisa sepayung (sedih rasanya). Setelah kuliah selesai, S bilang kalau hari sabtu ibu managernya gak ada di kantor dan kami disuruh datang hari senin, duh drama apalagi ini celetuk ku hehe

Senin, 30 oktober 2017 (waktunya UTS) cuman biasa kan sudah tua jadi gak banyak ujian lagi, sekitar jam 12.00 kami berangkat ke CV tersebut dan langsung menemui ibu manager, alhamdulillah kami di kasih ijin untuk melakukan penelitian disana.

Judul sudah ACC

Lokasi penelitian sudah ACC

Sampel penelitian sudah ACC

Apakah ini berarti drama skripsweet sudah selesai? TIDAK!!!! Penasaran??? Tunggu part 2 ya

Terimakasih sudah membaca 🙂

[REVIEW FILM] Pengabdi Setan 2017

Hai… hallo… hai… hallo temen temen, apa kabar? Jadi sekitar 1 minggu yang lalu aku baru aja nontn film pengabdi setan yang katanya dalam 2 minggu penayangannya sudah mendapat 2 juta penonton, film karya Joko Anwar ini sudah rilis sejak 28 september kemaren dan banyak mendapatkan respon positif dari masyarakat, hmmm oke mari kita review, tapi sebelum itu aku kasih tau sinopsisnya dulu ya.

[SINOPSIS]

Film berjudul Pengabdi Setan adalah salah satu film terseram Indonesia yang dibuat kembali remake-nya. Film ini mengisahkan sebuah keluarga yang mana sang ibu tiba tiba sakit aneh selama 3 tahun tanpa jelas penyebabnya dan akhirnya meninggal dunia. setalah itu sang bapak pun mendapatkan tugas kerja di luar kota. Dia pun pergi meninggalkan anak-anak di rumah, namun keanehan pun terjadi, arwah sang ibu mulai memasuki rumah mereka, kondisi makin menyeramkan saat mereka menyadari bahwa sang ibu tak hanya datang menjenguk melainkan untuk membawa mereka pergi dari dunia.

[REVIEW]

1. Film ini diawali dengan adegan pengenalan yang memberikan infomasi mengenai kondisi keuangan keluarga mereka, disamping itu suasana vintage juga memberikan kesan haunting bahkan sejak pertama kali film di mulai, Keluarga Rini mengalami penurunan keuangan karena harus membayar biaya pengobatan sang ibu yang sedang sakit keras, yang hanya bisa berbaring di tempat tidur

2. Lonceng, adalah satu-satunya alat yang di gunakan sang ibu untuk berkomunikasi dengan orang yang ada di rumah, seperti saat ia meminta untuk disisirkan rambut atau untuk buang air, namun tak lama setelah itu sang ibu meninggal dunia.

3. Kematian sang ibu menjadi awal mulai yang menyeramkan bagi keluarga Rini, sosok ibu kembali datang kerumah mereka namun dengan cara yang tak biasa, Rini, nenek dan ketiga adiknya banyak mendapatkan teror yang membahayakan tanpa mereka mengerti apa maksud dan tujuannya.

4. Kepergian sang ayah keluar kota untuk bekerja pun menambah keresahan mereka, namun mereka berusaha untuk mencari dan menerka tujuan dari semua teror itu, hingga akhirnya mereka menyadari bahwa semua ini berkaitan dengan rahasia besar sang ibu yang tak pernah mereka ketahui sebelumnya

5. Setiap hari teror terus berdatangan, sampai akhirnya merenggut nyawa sang nenek, namun Rini dan keluarga sepakat untuk tak memberitahu sang bapak karena baru saja berduka

6. Setalah itu, teror pun dirasakan oleh Bondi, adik ketiga Rini, bondi pernah beberapa kali dinampakkan wujud dari sang ibu, dan sempat kesurupan, berdiam diri bahkan sempat mengambil pisau untuk membunuh adiknya Ian

7. Tony adalah anak yang paling dekat dengan ibu, namun ia juga tak luput dari teror, ia beberapa kali mendengar lonceng yang berbunyi di kamar sang ibu mungkin karena dulunya Tony setiap malam bertugas menyisir rambut sang ibu dan ia juga sempat di lihatkan wujud sang ibu beberapa kali

8. Ingat Hendra? Anak pak ustadz yang terlihat begitu keren dalam film tersebut, Hendra sejak pertama kali sudah mengingatkan keluarga Rini bahwa ada yang tidak beres dari rumah mereka dan sempat beberapa kali menawarkan untuk Rini keluarga menginap di rumahnya saja, namun di tolak oleh Rini, namun sosok Hendra disini sangat baik, dia berusaha membantu Rini menguak apa yang sebenarnya terjadi, namun naas sosok Hendra disini berakhir tragis

9. Ian, dia adalah anak paling kecil, tingkahnya benar-benar menggemaskan, dan pada akhir cerita, nyawa Ian mulai terancam hingga akhirnya, dia yang dulunya bisu pun bisa berbicara, dan usaha Rini keluarga bersatu menyelamatkan Ian pun gagal, karena Ian akan di bawa oleh sosok sang ibu tepat jam 00.00 saat ia berulang tahun dan sang ibu pun berhasil

10. Diakhir cerita sang bapak pun kembali, dan mengetahui keadaan yang sangat mengancam keluargany, sehingga berniat membawa anak-anaknya pindah ke kota, namun lama menunggu jemputan pun tak kunjung datang dan itu adalah malam ulang tahunnya Ian, karena tak ada jemputan mereka memutuskan untuk tidur, namun tepat jam 00.00 Ian pun mulai berubah menjadi aneh dan ternyata sang ibu berhasil mengambil Ian, Rini keluarga sudah berusaha melawan namun mereka kalah, dan tiba-tiba saja bapak (temannya sinenek) datang menjemput mereka pada saat ketegangan terjadi, dan mereka pun pergi meninggalkan rumah juga Ian dan memutuskan tinggal di kota.

Segitu dulu ya, semoga terhibur 🙂

[REVIEW FILM] Pennywise si Badut yang menyeramkan di film IT

Hai… hallo… hai… hallo temen temen, apa kabar? Jadi kemaren aku nonton salah satu film horor yang paling di tunggu-tunggu di tahun ini yakni “IT”, film ini diadaptasi dari novel karya Stephen King dengan judul yang sama, bahkan di tahun 1990 dibuat juga versi serial TV, dan kali ini aku berniat review film tersebut. Tapi sebelum review aku pengen kasih tau sinopsis nya dulu.

Film ini diawali dengan anak-anak yang ada di kota Derry mulai menghilang satu per satu, dan ada sekelompok anak yang di teror oleh seorang pennywise a.k.a badut yang sebenarnya dia adalah iblis, dia mampu mengubah bentuk dan muncul di antara manusia setiap 27 tahun sekali. Pennywise memburu korbannya dengan muncul dalam bentuk badut agar dapat dengan mudah mendekati korbannya yaitu anak-anak di kota Derry.

Dengan ada kasus kehilangan ini, maka ada sekelompok anak sebut saja Losers Club, mereka ingin melawan balik si pennywise, mereka berhasil menemukan dimana kediaman si badut dan membalaskan dendam mereka.

[REVIEW]

1. IT berkisah tentang salah satu kasus yang terjadi di kota Derry, para penduduk terutama anak-anak hilang satu per satu tanpa sebab yang jelas, karena hal itu kepolisian setempat memberlakukan jam malam yang ketat bagi warganya

2. Semakin hari, kasus kehilangan semakin bertambah, salah satunya adalah Bill yang kehilangan adiknya Georgie setelah bertemu badut menyeramkan saat dia mengejar kapalnya yang membuatnya bertemu dengan pennywise tersebut, namun setelah berbulan-bulan Georgie menghilang, Bill belum bisa mengiklaskan dan ingin balas dendam

3. Bill mengajak losers club yang terdiri dari Eddie, Richie, Stanley, Ben, Mike, Beverly untuk mencari adik dan warga lainnya yang hilang tanpa sebab, karena menurut Bill mereka itu tidak mati

4. Geng Bowers, adalah salah satu geng yang sangat berkuasa dan sangat suka mengisengi losers club, namun tak hanya iseng, geng bowers juga sering membuly dan main fisik terhadap lawannya yang lemah

5. Teror di kota Derry semakin parah, bahkan pennywise bisa mengubah wujud dirinya menjadi apa pun sesuai dengan apa yang di takuti oleh targetnya, bahkan ia bisa berubah menjadi hewan atau benda

6. Slogan dari seorang pennywise adalah “You’ll float too” yang membuat kamu selalu terbayang slogannya

7. Bill Skargard adalah sosok di balik badut pennywise, pemilihan Bill bisa dibilang adalah langkah yang tepat, ia mampu menampilkan akting gemilang dan sukses membuat penonton bergidik ngeri setiap kali melihat kemunculannya

8. Jika di bandingkan dengan versi serial TV yang diperankan oleh Tim Curry, pennywise versi film hadir dengan tampilan yang lebih suram, kelam dan menyeramkan

9. Tidak hanya menampilkan kengerian dalam film ini juga menampilkan sisi humor juga terutama dari losers club yang di perankan oleh anak-anak dan mereka lucu semua juga konyol namun meski begitu persahabatan mereka patut di contoh

10. Dengan keyakinan dan kekuatan dari persahabatan mereka, akhirnya losers club berhasil mengalahkan di badut pennywise

Namun ada sisi buruk dari kesuksesan film ini, dimana banyak orang yang berprofesi sebagai badut di seluruh dunia mengeluhkan bahwa pekerjaan mereka menurun drastis karena banyak anak-anak yang takut dengan badut, namun saya rasa ini tak akan berlangsung lama, semoga saja hehe

Bagaimana, sudah pada nonton kan?

Sebenarnya ini sudah saya bikin dari 1 bulan lalu namun baru saja ada waktu untuk menguploadnya 🙂

YOLOFood Coba Ayam Geprek Bensu Malang

Hai… hallo… hai… hallo temen temen, apa kabarnya? Jadi baru beberapa hari yang lalu ada tempat makan baru buka yang akhir-akhir ini hits banget bahkan isu di kalangan mahasiswa seperti saya tak kalah hits, katanya “kalau makan disitu antrinya sampai 1 jam 30 menit”, itu sih cuman isu yang beredar tanpa aku tahu kenyataannya benar atau tidak. Jadi tempat yang lagi hits itu adalah Ayam Geprek Bensu, sudah beberapa hari ini cabang di Kota Malang resmi di buka, dan katanya rame banget orang yang makan disana, sampai-samapi isu itu pun beredar.

Senin kemaren aku diajak teman ku untuk mencoba makan disana dan sekaligus ini memcari kebenaran tentang isu tersebut, singkat cerita sampai lah kita di geprek bensu, memang banyak yang duduk untuk menunggu makanan di buat tapi yang mengantri pesanan tak terlalu banyak, sebelumnya kami sempat bingung mencari meja makan dimana karena semua meja full sama manusia, namun ternyata dewi fortuna berpihak pada kami, selang beberapa saat ada 2 orang mahasiswa yang pesanan nya sudah selesai, buru buru aku mendekat untuk menempati meja mereka dan akhirnya kami dapat tempat untuk makan, dan ya mengantri adalah teman ku, kami memesan 2 ayam geprek leleh (50k) dan 2 air mineral (8k), setelah itu ini bagian yang tak saya suka, karena meja kami dekat dengan tempat pemesanan saya sempat mendengar gini sebelum teman saya memesan, “menunggu paling lama 50 menit gapapa mas”, nah kalimat itu menurut saya di lebih-lebihkan, padahal pelayanannya cepat kok, kita aja nunggu gak sampai 30 menit, entah apa yang mendasari mereka berbicara seperti itu, dan selama aku disana, aku meliat ada 4 orang pelanggan yang tidak jadi memesan karena kalimat mereka yang harus menunggu 50 menit, lanjut balik lagi setelah memesan kami mendapat no antrian 231, dan pada saat itu no antrian nya 226 gak lama lama banget pokonya, cuman yang aku lihat, pembeli lebih banyak menggunakan jasa gofood untuk membeli ayam geprek bensu ini. Penasaran tampilan ayam geprek leleh gimana?

Biasa aja sih setelah aku lihat kenyataannya, jujur ya untuk 1 porsi seperti di atas dengan harga 25k lumayan mahal untuk harga mahasiswa tapi gak papa sekali sekali lumrah saja, untuk yang leleh leleh itu ada mozarela yang di bawahnya ada kayak telur gitu, nasi menurutku terlalu sedikit, dan enak kok ayam nya, buat kalian yang penasana langsung ke TKP aja ya 🙂

Ekspektasi VS Realita Anak Kost

Hai… Hallo… Hai… Hallo temen-temen, gimana nih kuliah minggu pertamanya? Ada kesusahan? Ada masalah? Ada yang kangen rumah? Atau malah bahagia karena kuliah lebih menyenangkan dari sekolah? Apalagi buat kalian yang merantau pergi keluar kota, pulau, bahkan keluar negeri demi menggapai cita-cita, pasti adaptasinya sulit ya, sama seperti aku dulu juga begitu, tapi nikmati saja, sekarang sudah 3 tahun aku menjadi anak rantauan yang jauh dari orang tua dan keluarga. Ada yang tinggal ngekos? atau ngontrak? Buat para anak kost, mantan anak kost, atau yang berencana nge-kost ada baiknya simak yuk suka dukanya menjadi anak kost.

  1. Resmi jadi anak kost

Ini yang kalian tunggu-tunggu selama ini, jujur saja, kalian kuliah ke luar kota berharap bisa tinggal sendiri dan hidup bebas kan? Bebas sih boleh tapi jangan bablas ya, karena semisal kalian adalah seorang pendatang di kota tempat kalian kuliah itu artinya kalian adalah anak ayam di daerah sana, jangan sampai salah bergaul.

  1. Bisa pulang malam

Diawal perkuliahan pasti saja banyak yang ngajakin kalian jalan-jalan begitupun aku waktu menjadi mahasiswa baru, kita bisa jalan bebas kemana saja tanpa ada yang memarahi atau bahkan melarang, karena orang tua tinggal jauh dari kita, tapi meski begitu aku sendiri tak pernah memanfaatkan keadaan, aku selalu meminta ijin ketika ingin jalan meskipun akan pulang malam.

  1. Bebas dari tugas membersihkan rumah alias malas

Siapapun kalian, selama kalian tinggal di rumah bersama orang tua, kalian tidak bisa lari dari tugas membersihkan rumah, nyuci piring lah, nyuci baju lah, nyetrika, nyapu dan sebagainya, kebebasan akan kalian rasakan setelah kalian ngekos, karena tugas itu tak akan berlaku lagi, hal ini juga aku rasakan banget saat pulang kampung pas liburan semester, karena yang biasanya malas-malasan di kos, tugas kebersihan kembali berlaku.

  1. Bebas pertengkaran dengan kakak atau adik

Saat memutuskan untuk merantau atau kuliah jauh dari rumah, kalian pasti akan merasa ada yang kurang, salah satunya kalian akan berpisah dengan saudara kandung kalian yang selalu menemani hari kalian setiap hari, dan mengurangi pertengkaran di rumah, pertengkaran itulah yang akan kalian rindukan saat kalian nge-kost, aku pribadi memang merindukan itu, bertengkar dengan kakak ku hehe

  1. Tidak ada lagi yang memarahi jika kamar mu kotor

Untuk hal yang satu ini, kalian pasti merasa akan menjadi manusia paling jorok, kenapa? Karena selama nge-kost dapat di pastikan kamar kalian lebih banyak berantakan dari pada bersihnya, dan tenang saja tidak akan ada yang memarahi jika kamar kalian kotor.

  1. Mau bangun jam berapa? BEBAS!

Yang satu ini juga masih menjadi keuntungan sebagai anak kost, karena kita bisa tidur jam berapa saja dan bangun jam berapa saja, beda kalau di rumah harus tidur jam 22.00 dan bangun jam 05.00, tapi jangan tinggalkan sholat subuh ya.

  1. Menu makan suka pilih

Kalau biasanya di rumah ibu kalian menyajikan makanan yang sama dari sarapan sampai makan malam, karena ibu masak sekali banyak biar cukup sampe malam, kalau kalian sudah nge-kost, kalian bisa memilih menu makanan sesukanya, menu sarapan bubur, makan siang mie ayam dan makan malam nasi goreng, suka pilih deh, tapi ingat berat badan mu jangan sampai bablas kayak aku ya.

  1. Diajak main? Langsung Cabut

Ketika kalian tinggal di rumah bersama orang tua, dan ada teman yang mengajak main mesti kalian harus meminta ijin ke orang tua, dan kada mendapatkan pertanyaan tajam banget, mau kemana? Ngapain? Sama siapa? Pulan jam berapa? Pokonya banyak deh, beda hal nya dengan yang sudah nge-kost karena kita bisa pergi kapan pun.

  1. Kamu nggak akan kesepian

Yang namanya kost dan tinggal sendiri pasti kalian akan merasa sepi, namun untungnya kalian tidak ngekost sendiri, masih banyak orang-orang di luar sana yang ngekost juga, jadi berbaurlah.

Realitanya tidak sesederhana itu…

  1. Punya bapak / ibu kost yang menyebalkan
  • Pulang telat di – di kunciin
  • Pulang malang – di lirikin
  • Lupa bayar listrik sehari – ditagihin
  • Lupa matiin lampu – ditegurin
  • Gak rapikan parkir motor – ditegurin
  • Lupa bayar wifi sehari – ditagihin
  1. Punya temen kost rese
  • Jorok
  • Nyetel musik nyaring
  • Suka negur padahal gak ada salah
  • Suka teriak-teriak saat ngumpul sama temannya yang lain
  1. Kost dengan penuh peraturan
  • Keluar masuk gerbang harap di kunci
  • Kunci jangan dipinjamkan ke anggota kost lain
  • Matikan air dan lampu setalah di gunakan
  • Dilarang membawa teman atau saudara menginap
  • Jangan pulang lewat dari jam 21.30
  1. Menjelang akhir bulan

Tanggal 1 – 15 adalah tanggal yang menyenangkan bagi anak kost, karena pada tanggal itu uang masih banyak di atm, biasanya yang membuat uang cepat habis karena kita boros diawal dan nekat hemat diakhir, alhasil pas akhir bulan yang di makan cuman mie, mie dan mie setiap hari, tapi jangan diamalkan ya, tidak baik.

  1. Mencari harta karun

Mau tau harta karunnya seorang anak kost adalah tabungan bulanan, jadi ini akan menambah uang kalian saat uang bulanan kalian menipis.

  1. Kangen rumah

Rumah adalah tempat ternyaman untuk kembali, dirumah kita bebas untuk melakukan apapun tanpa takut kekurangan uang dan gizi buruk karena ada orang tua yang bisa dimintai duit, saat ada masalah yang melanda entah itu masalah perkuliah, keuangan, pertemanan, percintaan hal ini akan membuat kalian kangen rumah. Terlebih ketika kalian sedang sakit, satu-satunya yang bisa membuatmu lebih baik adalah dirawat oleh orang tua.

Lika-liku kehidupan sebagai anak kost membuat kita belajar banyak hal

  1. merasa beruntung karena memiliki keluarga yang mendukung pendidikan

keluarga lah yang selalu ada untuk kita, mereka menemani mu tumbuh dan membuat hidup mu lebih bermaka. Tak ada yang bisa menggantikan mereka.

  1. Perlahan, akan mengerti betapa pentingnya kemandirian

Menjadi anak kost, sama halnya dengan hidup mandiri, mengatur uang bulanan sendiri, membersihkan kamar sendiri, mecuci sendiri, mengatur watu sendiri, sampai memilih makan pun sendiri. Intinya jauh dari orang tua akan mengajarkan mu tentang kemandirian yang sesungguhnya.

  1. Belajar menjadi pribadi yang dewasa

Kehidupan anak kost bisa dikatakan bebas, tetapi jangan sampai menjadikan kita hilang arah dan terjerumus pada hal-hal yang bisa menghancurkan hidup kita, untuk itu kita di wajibkan untuk bisa berfikir lebih dewasa, di titik ini kamu harus berpikir secara rasional dengan masa depan sebagai pertimbangan.

  1. Bagaimana bersosialisasi dengan orang lain

Hidup mandiri di lingkungan sosial membuat belajar tentang bagaimana caranye menghargai orang lain, secara langsung kita belajar bagaimana caranya bertoleransi dengan orang lain.

  1. Pada akhirnya, kita akan betransformasi menjadi orang siap menghadapi kehidupan yang akan datang

Pengalaman sebagai anak kost akan menjadikan kita belajar banyak hal, mana yang baik dan mana yang buruk, hal ini dapat dijadikan bekal untuk kehidupan selanjutnya. Percayalah, pengalaman adalah guru terbaik suatu kehidupan.

Sekian ya…. semangat buat anak-anak kost di seluruh Indonesia.