Bidang Gerak dan Axis

Hai… Hallo… Hai…

1. Sagital

img_9130

Membagi tubuh secara vertikal kanan dan kiri

Contoh :

  • Fleksi berupa rotasi pada bidang sagital ke depan
  • Ekstensi mengembalikan ke posisi anatomis dari posisi fleksi
  • Hiperekstensi

2. Frontal

img_9131

Membagi tubuh menjadi depan dan belakang.

Contoh :

  • gerakan abduksi (menggerakan segmen tubuh menjauhi garis tengah tubuh)
  • gerakan adduksi (menggerakkan segmen tubuh mendekati garis tengah tubuh)

3. Transversal

img_9132

Membagi tubuh menjadi atas dan bawah.

Contoh :

  • gerakan transverse plane adalah pada sambungan (sendi) membujur di perputaran ruas-ruas tulang belakang
  • gerakan pronasi dan supinasi lengan bawah
Advertisements

Klasifikasi Persendian Manusia

Hai… hallo… haii

1. Klasifikasi Berdasarkan Struktur

img_9121

Klasifikasi sendi berdasarkan strukturnya

  • Fibrous : Persambungan antartulang yang dihubungkan oleh jaringan fibrosa.
  • Cartilaginous / sendi tulang rawan : Pada jenis ini, rongga sendi menghilang karena diisi oleh tulang rawan.
  • Synovial : Pada sendi sinovial terdapat suatu rongga di antara dua ujung tulang. Rongga ini di sebut rongga sinovial.

2. Klasifikasi Berdasarkan Axis

img_9122

3. Klasifikasi Berdasarkan Fungsi

img_9123

Klasifikasi sendi berdasarkan fungsi

  • Synarthrosis : adalah persendian yang tidak memungkinkan adanya gerakan sama sekali antara dua tulang yang bersambungan, oleh karena itu disebut juga sebagai sendi mati.
  • Amphiarthrosis : adalah persendian yang masih memungkinkan adanya sedikit gerakan antara dua tulang.
  • Diarthrosis : adalah persendian yang memungkinkan adanya gerakan beban antartulang.

Persendian :

1. Plane Joint

img_9124

  • Pada sendi ini kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos.
  • Permukaan sendi nyaris datar
  • Contoh : Sendi antar tulang pergelangan tangan, antar tulang pergelangan kaki, antar tulang clavicula dan scapula.

2. Hinge Joint

img_9125

  • Adalah sendi yang memungkinkan gerakan satu arah.
  • Contoh : sendi siku antara tulang lengan atas dan tulang ulna.

3. Condyloid Joint

img_9126

  • Adalah sendi yang memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakkan ke kiri dan ke kanan, ke depan dan kebelakang. Ujung tulang yang satu berbentuk oval dan masuk ke dalam suatu lekuk berbentuk elips.
  • Contoh : sendi antara tulang radius dengan tulang pergelangan tangan.

4. Ball and Socket Joint

img_9128

  • Adalah sendi yang memungkinkan pergerakan ke segala arah.
  • Contoh : hubungan tulang lengan atas dengan tulang belikt.

5. Pivot Joint

img_9129

  • Adalah sendi yang memungkinkan gerakan berputar (rotasi).
  • Contoh : hubungan tulang tengkorak dengan tulang belakang.

6. Saddle Joint

img_9127

  • Adalah sendi yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke segala arah.
  • Contoh : hubungan tulang telapak tangan dengan jari tangan.

Anatomi Jaringan Tubuh Manusia

Hai… haloo… hai…

1. Tulang

img_9112

  • Sebegai pembentuk struktur tubuh
  • Sebagai pendukung jaringan lunak
  • Sebagai pelindung organ penting pada tubuh.

2. Otot

img_9113

  • Berupa alat penggerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, sehingga suatu organisme dapat bergerak

3. Ligamen

img_9114

  • Band dari jaringan ikat yang menghubungkan tulang dengan tulang.
  • Membatasi atau meningkatkan gerakan
  • Menberikan stabilitas sendi
  • Meningkatkan kekuatan bersama

4. Tendon

img_9115

  • Berupa jaringan ikat fibrosa band tang menghubungkan tulang untuk otot.
  • Memungkinkan tulang untuk bergerak ketika otot kontraksi.

5. Meniscus

img_9116

img_9117

  • Sebagai penyebaran pembebanan
  • Sebagai peredam kejut (shock absorber)
  • Mempernudah gerakan rotasi

6. Bursa

img_9118

  • Sebagai bantalan atau penyekat licin antar jaringan.
  • Merupakan kantong yang berisi cairan yang memudahkan terjadinya gesekan dan gerakan

7. Fascia

img_9119

  • Suatu pernukaan jaringan penyambung longgar yang didapatkan langsung dibawah kulit sebagai fascia superficial.

8. Articular Joint

img_9120

  • Daerah dimana dua atau lebih tulang bertemu, menyusun tulang sehingga terbentuk kerangka dan memungkinkan tubuh untuk bergerak, terdiri dari bermacam-maca bentuk dan karakter gerak.

Dermatome, Myotome, Skelerotome

Hai… hallo… hai…

Siapa yang dapat tugas buat hafalin mereka bertiga? Yuk kita pahami bersama

1. Dermatome

img_9106img_9107img_9108

Dermatom adalah area kulit yang dipersarafi terutama oleh satu saraf spinalis. Ada 8 saraf cervical, 12 saraf thoracal, 5 saraf lumbal dan 5 saraf sacral. Masing masing saraf menyampaikan rangsangan dari kulit yang dipersarafinya ke otak.

Dermatom sangat bermanfaat dalam bidang neurologi untuk menemukan tempat kerusakan saraf saraf spinalis. Karena kesakitan terbatas dermatom adalah gejala bukan penyebab dari masalah yang mendasari, operasi tidak boleh sekalipun ditentukan oleh rasa sakit. Sakit di daerah dermatom mengindikasikan kekurangan oksigen ke saraf seperti yang terjadi dalam peradangan di suatu tempat di sepanjang jalur saraf.

Klinis penting dermatome

C2 dan C3 – posterior kepala dan leher

C5 – lateral eks atas diatas siku

C6 – Jempol

C7 – Jari tengah

C8 – Jari kelingking

T1 – Inner lengan

T2 – Upper dalam lengan

L3 – Lutut

L4 – Medial maleolus

L5 – Dorsum kaki

L5 – Toes 1-3

S1 – Toes 4 dan 5; lateral maleolus

T3 – tulang rusuk 3-4

T4 – Puting susu

T6 – processus xifoideus

T10 – umbilicus

T12 – Tepat di atas korset pinggul

L1 – pangkal paha / daerah inguinal

L2- Anterior paha; kulit di atas medial paha

L3 – Anterior paha; anterolateral paha dan terus ke aspek medial lutut dan aspek medial tungkai bawah posterior, proksimal medial maleolus

L4 – Posterolateral paha dan daerah tibialis anterior; melintasi sendi lutut atas patela dan juga mencakup kulit di atas maleolus medial dan aspek medial kaki dan jari kaki yang besar

L5 – Posterolateral paha (hanya kalah dengan L4 dermatom) dan membungkus sekitar untuk aspek lateral tungkai bawah anterior dan dorsum kaki; melintasi sendi lutut pada aspek lateral lutut; juga mencakup aspek plantar kaki dan kedua melalui jari-jari kaki keempat

S1 – lateral kaki, lateral paha posterior, dan kaki bagian bawah posterior

S2 – bagian belakang paha dan area kecil sepanjang medial tungkai bawah posterior; yang penis dan skrotum

S3 – medial dari bokong; daerah perianal; penis dan skrotum

S4 – Kulit di atas daerah perineum; perianal area dan alat kelamin

S5 – Kulit di atas daerah perineum; kulit segera pada dan berdekatan dengan anus

2. Myotome

img_9109img_9110

Myotome adalah sekumpulan otot yang diinervasi oleh spinal cord (syaraf di tulang belakang manusia).

Distribusi Myotome dari ekstremitas atas dan bawah adalah sebagai berikut (Grive 1991) :

C1 – C2 : leher fleksi, leher ekstensi.

C3 : leher fleksi lateral.

C4 : elevasi bahu.

C5 : retraksi bahu. abduksi bahu.

C6 : fleksi elbow, ekstensi wrist.

C7 : ekstensi elbow, fleksi wrist.

C8 : fleksi jari tangan. ekstensi jempol tangan.

T1 : Jari abduksi dan adduksi.

T2-T1 : Tidak ada otot yang diinervasi.

L2 : hip fleksi.

L3 : ekstensi lutut.

L4 : ankle dorsi fleksi.

L5 : ekstensi ibu jari kaki.

S1 : ankle plantar fleksi, eversi, ekstensi hip dan pantat.

S2 : fleksi lutut.

S3 – S4 : kerut anus / dubur.

3. Skelerotom

img_9111

Plexus Lumbalis dan Plexus Sacralis

Hai… Hallo… Hai….

A. Plexus Lumbalis

img_9100

img_9101

img_9102

Dibentuk oleh ramus anterior nervus spinalis L 1 – 4, seringkali juga turut dibentuk oleh ramus anterior nervus spinalis thoracalis XII. Plexus ini berada pada dinding dorsal cavum abdominis, ditutupi oleh m.psoas major.

Dari plexus ini dipercabangkan :

1. N.iliohypogastricus

Saraf ini berpusat pada medulla spinalis segmen thoracalis XII – L 1, Saraf ini memberi cabang motoris untuk m.obliquus internus abdominis dan m.transversus abdominis.

2. N.ilioinguinalis

Nervus ini berpusat pada medulla spinalis L 1, berada di sebelah ventral dari m.quadratus lumborum, berjalan sejajar dengan n.iliohypogasticus (di sebelah caudalnya),Saraf ini mempercabangkan serabut motoris untuk m.obliquus internus abdominis dan m.transversus abdominis.N.ilioinguinalis kadang-kadang bersatu dengan n.iliohypogastricus.

3. N.genitofemoralis

Berpusat pada medulla spinalis L 1 – 2, berjalan ke caudal, menembusi m.psoas major setinggi vertebra lumbalis 3 atau 4. saraf ini bercabang dua menjadi ramus genitalis (=n.spermaticus externus) dan ramus femoralis (= n.lumboinguinalis).

N.spermaticus externus berjalan ke distal, di sebelah medial dari nervus lumboinguinalis, masuk ke dalam anulus inguinalis internus, berjalan melalui canalis inguinalis. Saraf ini mempersarafi m.cremaster dan kulit scrotum.

N.lumboinguinalis berjalan ke distal dan berada di sebelah ventral m.psoas major, berada di sebelah lateral n.spermaticus externus, berjalan bersama-sama dengan a.iliaca externa melewati tepi caudal ligamentum inguinale, mempersarafi kulit regio femoralis cranio- anterior.

4. Ramus cutaneus femoris lateralis.

Berasal dari medulla spinalis L 2 – 3, mempersarafi regio femoris di bagian latero- posterior, yaitu mulai dari trochanter major.

5. N.obturatorius

Dibentuk oleh nervus spinalis L 2 – 4, bersifat motoris untuk mm.adductores.

6. N. Femoralis

Merupakan cabang yang terbesar dari plexus lumbalis, dibentuk oleh nervus spinalis L2 – L4, menampakkan diri pada tepi lateral bagian distal m. Psoas major, berjalan diantara m. Psoas major dan m. Iliacus, ditutupi oleh fascia iliaca, berada di bagian caudal dari ligamentum inguinale, di sebelah lateral arteria femoralis yaitu melalui lacuna musculorum dan memberi cabang-cabang motoris untuk m. Iliacus, m. Pectineus dan m. Sartorius

B. Plexus Sacralis

img_9103img_9104

img_9105

Dibentuk oleh ramus anterior nervus spinalis L 4 – S 3 (S 4) dan berada di sebelah ventral m.piriformis. Plexus sacralis melayani struktur pada pelvis, regio glutea dan extremitas inferior.

Dari plexus sacralis dipercabangkan :

1. n.gluteus superior

Dibentuk oleh n.spinalis Lumbalis 4 – Sacral 1, berjalan melalui foramen suprapiriformis. Bersifat motoris untuk m.gluteus medius, m.gluteus minimus dan m.tensor fascia latae.

2. n.gluteus inferior

Dibentuk oleh n.spinalis L 5 – S 2, meninggalkan pelvis melalui foramen infrapiriformis di sebelah caudalis m.piriformis, berjalan di sebelah profunda m.gluteus maximus, dan memberi innervasi untuk otot tersebut.

3. n.cutaneus femoris posterior

Dibentuk oleh n.spinalis Sacralis 1 – 3, berjalan melalui foramen infrapiriformis bersama-sama dengan vasa glutea inferior. Saraf ini bersifat sensibel untuk kulit perineum, bagian posterior regio femoris dan regio cruralis.

4. nn.clunium inferiores mediales

5. N.ISCHIADICUS (= SCIATIC NERVE)

Saraf ini adalah saraf yang terbesar dalam tubuh manusia yang mempersarafi kulit regio cruralis dan pedis serta otot-otot di bagian dorsal regio femoris, seluruh otot pada crus dan pedis, serta seluruh persendian pada extremitas inferior. Berasal dari medulla spinalis L 4 – S 3, berjalan melalui foramen infra piriformis, berjalan descendens di sebelah dorsal m.rotator triceps, di sebelah dorsal m.quadratus femoris, di sebelah ventral caput longum m.biceps femoris, selanjutnya berada di antara m.biceps femoris dan m.semimembranosus, masuk ke dalam fossa poplitea. Lalu saraf ini bercabang dua menjadi N.TIBIALIS dan N.PERONAEUS COMMUNIS.

6. rr.musculares

Cabang-cabang ini berjalan melalui foramen infra piriformis, mempersarafi m.piriformis, mm.gemelli superior et inferior, m.obturator internus, m.quadratus femoris. Sebenarnya plexus sacralis adalah bagian dari plexus lumbosacralis, yang dibentuk oleh rr.anteriores n.spinalis segmental lumbal, sacral dan coccygeus.

Body Muscles Ekstremitas Inferior

Hai… hallo… hai…

Sekarang bahas otot-otot ektremitas inferiornya ya

A. Anterior dan Medial

img_9084

img_9083

img_9082

Beberapa otot yang menarik bagian tubuh mendekati garis tengah tubuh atau mendekati sumbu anggota tubuh. Yang paling penting adalah tiga buah otot aduktor paha, yaitu adductor longus, adductor brevis, adductor magnus. Ketiga otot ini berpangkal di tulang pelvis dan ischium (bagian dari tulang panggul), dan menempel di tulang paha (femur). Tugas utama mereka adalah aduksi paha. Di samping untuk saling mendekatkan kedua paha, mereka juga digunakan untuk memutar paha ke arah dalam. Otot lain yang diberi nama sesuai dengan fungsi ini antara lain adductor pollicis (aduktor ibu jari tangan) dan adductor hallucis (aduktor ibu jari kaki).

  1. Adduktor longus: Otot ini berasal dari pubis dan memasukkan ke tengah aspera linea femur. Ini dipersarafi oleh saraf obturator dan adducts paha.
  2. Adduktor brevis: Berasal di pubis dan memasukkan pada baris pectineal dan linea aspera femur, otot ini dipersarafi oleh saraf obturator. Ini adducts paha.
  3. Adduktor magnus: otot ini berasal pada pubis dan tuberositas iskia. Ini menyisipkan ke tuberositas glutealis, linea aspera, dan tuberkulum adduktor femur. Ini dipersarafi oleh saraf obturator dan saraf sciatic. Ini adducts paha dan membantu di kedua fleksi dan ekstensi paha.
  4. Otot pectineus adalah Otot yang berasal dari ramus superior dari bagian pubis tulang pinggul dan menyisipkan pada garis pectineal femur. Ini dipersarafi oleh saraf femoral dan adduct dan fleksi paha.
  5. Otot gracilis adalah Otot yang berasal dari pubis dan menyisipkan pada tibia medial. Ini dipersarafi oleh saraf obturator. Ini adducts paha dan flexes kaki di lutut.

B. Posterior

img_9085

img_9086

img_9087

img_9088img_9089

1. Piriformis

2. Obturator eksternus: Berasal di foramen obturatorius dan membran tulang pinggul, ini sisipan otot ke tulang paha. Ini dipersarafi oleh saraf obturator dan lateral berputar paha.

3. Obturatur Internus

4. Quadratus Femoris

C. Lateral

img_9090

D. Grup otot kaki

img_9091

1. Hamstring adalah istilah untuk menyebutkan kumpulan beberapa otot yang terdapat pada paha bagian belakang. Sebenarnya tidak ada otot yang memiliki nama Hamstring. Dikatakan kumpulan otot-otot Hamstring karena memang terdiri dari tiga macam otot yang kesemuanya memiliki nama yang berbeda-beda. Kumpulan otot-otot yang menyusun Otot Biceps Femoris, Otot Semimembranosus, Otot Semitendinosus.

2. Biceps Femoris adalah bagian Yang paling lateral paha belakang, bisep femoris memiliki dua kepala: panjang dan pendek. Kepala panjang berasal dari tuberositas iskia, dan kepala pendek berasal pada aspera linea femur. Mereka memasukkan ke sisi lateral fibula. Kepala panjang dipersarafi oleh bagian tibia dari saraf sciatic, dan kepala pendek dipersarafi oleh bagian fibula saraf sciatic. Ini meluas paha dan flexes dan lateral berputar kaki.

3. Semitendinosus: Otot ini berasal dari tuberositas iskia dan memasukkan ke bagian superior dari tibia medial. Ini dipersarafi oleh bagian tibia saraf sciatic dan meluas paha dan flexes dan medial berputar kaki.

4. Semimembranosus: Yang paling medial dari tiga otot hamstring, otot ini berasal dari tuberositas iskia dan menyisipkan pada kondilus medial tibia. Ini berfungsi dengan semitendinosus untuk memperpanjang paha dan melenturkan dan medial memutar kaki. Ini dipersarafi oleh bagian tibia dari saraf sciatic.

5. Otot Gastrocnemius, yakni otot betis yang paling menonjol yang letaknya ada di bagian belakang betis berbentuk seperti intan (diamond). Tugasnya adalah untuk menggerakkan telapak kaki. Otot betis merupakan otot yang paling bandel untuk dilatih. Akan tetapi tidak ada fisik yang lengkap tanpa otot betis yang berkembang dengan baik.

6. Soleus

7. Tendon Achilles fungsinya meluruskan kaki di sendi calcaneus dan membengkokkan tungkai bawah patela (muskulus popliteus) yang berpangkal pada kondilus fibula, melintang dan melekat di condylus lateralis tulang femur. Fungsinya memutar tibia kedalam (endorotasi).

E. Gluteus

img_9092

img_9093

img_9094

img_9095

1. Otot gluteus maximus adalah salah satu dari tiga otot gluteal, dan merupakan yang terbesar dari ketiganya. Otot ini berperan sebagai pembentuk bokong. Fungsi utama dari gluteus maximus adalah untuk menjaga bagian belakang tubuh tetap tegap, atau untuk mendorong kedudukan pinggul ke posisi yang tepat. Ini sebabnya spesies primata lain memiliki bentuk bokong lebih rata dibanding manusia.

2. Otot gluteus medius merupakan otot yang berperan penting dalam pergerakan pinggul. Kurang terlatihnya otot tersebut dapat dengan mudah menyebabkan cedera. Otot gluteus medius berperan dalam menjaga keselarasan panggul ketika melakukan gerakan melompat dan mendarat, menendang, dll. Otot gluteus medius yang lemah dapat menyebabkan ‘Trendelenburg Sign’.

F. Intrinsik Telapak Kaki

img_9096img_9097img_9098img_9099

Semoga bermanfaat 🙂

Plexus Brachialis

Hai… halo.. hai…

Ada yang tau gak plexus brachialis itu apa? Kalo belum, mari kita bahas 🙂

Plexus brachialis adalah anyaman (Latin: plexus) serat saraf yang berjalan dari tulang belakang C5-T1, kmeudian melewati bagian leher dan ketiak, dan akhirnya ke seluruh lengan (atas dan bawah). Serabut saraf yang ada akan didistribusikan ke berberapa bagian lengan.

img_9081img_9077img_9078img_9079img_9080